kopditcubonaventura@gmail.com
0811-5791-300

MENGELOLA KEUANGAN – 5 Antisipasi Kondisi Darurat

Saat ini kita sedang menghadapi wabah yang mendunia, pandemi covid-19. Banyak orang yang mengalami dampak langsung yang ditimbulkan virus ini: pekerja dirumahkan (bahkan di-PHK), pelaku usaha mikro menutup usahanya, dll. Kesemuanya itu mengakibatkan penghasilan hilang sama sekali. Seandainya kita mengalami hal ini (hilang penghasilan), lalu respon apa? – meratapi keadaan, atau sedih, atau menyesali diri karena tak siap, atau segera bangkit?

Dalam kehidupan ini, kita mungkin saja mengalami kondisi/keadaan tak terduga, Kondisi/keadaan ini disebut KONDISI DARURAT. Kondisi ini dapat sangat mempengaruhi kondisi kehidupan/keuangan kita. Kondisi darurat tidak dapat diperkirakan kapan terjadinya, mungkin terjadi tetapi mungkin juga tidak terjadi pada diri kita.

Kondisi darurat dapat dikelompokkan dalam 3 kategori:
1.  Kehilangan tempat tinggal/rumah. Beberapa penyebabnya: kebakaran, bencana alam (tanah longsor, banjir bandang, tertimpa pohon, dsb.), kerusuhan masal, dll.
2.  Kehilangan sumber penghasilan. Beberapa penyebabnya: PHK, usaha bangkrut (pok), kebun terbakar, dll.
3.  Kehilangan kemampuan fisik untuk bekerja (memperoleh penghasilan). Penyebabnya: kecelakaan kerja, kecelakaan berkendaraan.

Karena kondisi darurat ini bisa saja terjadi pada diri kita (semoga saja tidak), maka kita perlu mengantisipasinya dengan cara membangun DANA DARURAT. 
Untuk membangun dana darurat, anggota CU Bonaventura dapat membuka simpanan TOPOKNG ya...

Berapa besar dana darurat yang perlu kita bangun untuk menghadapi kondisi darurat?
Sebagai patokan saja (kata Prof. Candra Cahyadi, M.B.A., Ph.D, C.F.A., C.A.I.A.):
1.  Untuk single (yang jomblo): 3 s.d. 6 kali pengeluaran bulanan.
2.  Untuk yang menikah tanpa anak: 6 s.d. 9 kali pengeluaran bulanan.
3.  Untuk yang menikah dan mempunyai 1 anak: 9 s.d. 12 kali pengeluaran bulanan.
4.  Untuk yang menikah dan mempunyai 2 anak: 12 s.d. 15 kali pengeluaran bulanan.
5.  Untuk yang menikah dan mempunyai 3 anak: 15 s.d. 18 kali pengeluaran bulanan.
6.  Untuk yang menikah dan mempunyai lebih dari 3 anak: silahkan dilanjutkan sendiri...

Contoh:
Amir adalah seorang buruh harian lepas (BHL) yang sudah menikah tetapi belum mempunyai anak. Pengeluaran bulanan keluarga Amir sebesar Rp2.500.000,- (menabung, bayar hutang, kebutuhan kerumahtanggaan dan memenuhi keinginan). Dana darurat yang harus dibangun oleh Amir sebesar Rp15.000.000,- s.d. Rp22.500.000,-.
Ketika Amir mengalami PHK karena pandemi covid-19, Amir tetap mampu membiayai pengeluaran hidup keluarganya selama 6 s.d. 9 bulan. Artinya, Amir tetap bisa menabung, tetap bisa membayar hutang, tetap bisa memenuhi kebutuhan kerumahtanggan, dan tetap bisa memenuhi keinginan keluarganya. Dan, dalam kurun waktu 6 s.d. 9 bulan itu tentu digunakan untuk mencari sumber penghasilan baru.

Untuk membangun dana darurat diperlukan disiplin diri yang kuat, ada komitmen dan konsistensi. Tidak perlu langsung besar, tetapi sedikit demi sedikit namun terus-menerus.

Jangan gunakan dana darurat untuk kondisi yang bukan darurat. Jangan...jangan...dan jangan.
Kok tak boleh sih...kan saya pakai untuk biaya isteri melahirkan...
Itu bukan kondisi darurat bro n sis...itu kondisi hasil perbuatan sendiri...maka buat dana cadangan untuk biaya persalinan....

Dana darurat hanya digunakan saat kondisi darurat. 
Kalau saya tak mengalami kondisi darurat, trus dana daruratnya untuk apa dong?
Dana darurat itu juga aset bro n sis...lagian, siapa yang menjamin bro n sis tak akan mengalami kondisi darurat selama masih hidup?

Setelah lepas dari kondisi darurat, kita tetap perlu membangun dana darurat, karena kondisi darurat yang lain bisa saja terjadi.

MARI MULAI MEMBANGUN DANA DARURAT untuk menjamin hidup kita lebih tenang.
Ingatlah ungkapan bijak leluhur: dah tarantuk baru’ ningkadah (sudah terantuk baru menengadah). Menengadahlah terlebih dahulu supaya kepala tidak terantuk.

 Terima kasih sudah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat.

Salam pemberdayaan,

Darma
15/5/2020

0 Komentar
Tinggalkan Komentar

Video