+62 813-5232-0759
cu_bonaventura@hotmail.com
Singkawang, Kalimantan Barat, INA. 79251
blog-img
11/06/2020

Hati-Hati Berinvestasi

bibil | Umum | 155

Dari dulu sampai saat ini, sering terjadi kasus penipuan dengan modus investasi. Istilahnya investasi bodong. Anda bisa mencari beritanya di internet. Sering pula diwartakan dalam siaran berita di TV. Anehnya kasus ini selalu berulang dan banyak pula orang yang tertipu.

Tawaran investasi tipu-tipu ini memanfaatkan sifat-sifat serakah dalam diri manusia. Juga keinginan cepat kaya tanpa kerja keras.

Jika anda mendapat tawaran investasi atau tawaran apapun yang menggiurkan, waspadalah ! Ini ciri-cirinya :

1. Perizinan

Hampir semua perusahaan investasi bodong tidak memiliki izin. Ada juga yang berizin tetapi tidak cukup. Misalnya hanya izin pendirian PT atau izin usaha. Industri keuangan yang meliputi industri pasar modal, perbankan, asuransi, multifinance, berada dalam pengawasan OJK. Sedangkan perdagangan berjangka dan komoditi diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) di bawah Kementerian Perdagangan.

2. Menawarkan keuntungan yang tidak wajar

Ada istilah dalam investasi “Semakin tinggi prospek keuntungan, semakin tinggi pula risiko kerugian”. Artinya jika anda ditawarkan mendapat untung besar tapi resiko kecil bahkan tanpa resiko, jangka waktunya cepat, anda patut curiga. Apalagi jika tanpa kerja. Anda setor sejumlah uang, lalu santai di rumah, dan mengharap uang datang.

3. Pengelolaan uang tidak jelas

Jika anda menyetor uang, harus ada kejelasan bagaimana uang dikelola. Kemana uang anda berputar sampai menghasilkan keuntungan ? Anda harus tahu secara detail. Jika informasinya meragukan, jangan sekali-kali anda setorkan uang.

CU misalnya. Anggota menabungkan uangnya sehingga terkumpul sejumlah modal bersama. Modal ini dipinjamkan kepada sesama anggota yang memerlukan. Anggota yang pinjam wajib mengembalikan uang pinjaman disertai jasa pinjaman. Jasa pinjaman inilah yang menjadi pendapatan CU. Pendapatan ini untuk membayar jasa simpanan anggota dan biaya operasional.

4. Cerita untung terus

Seringkali perusahaan atau oknum pelaku investasi bodong rajin memberikan “janji surga” pada para calon korbannya. Segala keunggulan dan keuntungan yang tidak masuk akal pasti diraih oleh investor. Sedangkan tidak ada cerita tentang resiko yang dihadapi investor. Ingat, tidak ada investasi tanpa risiko.

5. Bergantung pada rekrutmen investor baru

Inilah ciri utama investasi bodong yang memakai skema Ponzi. Sederhananya maksud skema Ponzi ini adalah uang yang didapat investor pertama berasal dari uang yang disetor investor yang baru masuk. Tujuannya sebagai bukti bahwa investasi itu benar ada untungnya. Sudah terbukti.

Selanjutnya oknum atau investor awal tadi akan sangat rajin menawarkan ke orang lain agar ikut berinvestasi. Atau menambah uang yang diinvestasikan. Pada saatnya ketika tidak ada lagi investor baru, perusahaan itu akan hilang. Uang investor pun lenyap.

6. Tidak ada rekam jejak

Di era internet sangat mudah mencari informasi. Sebelum investasi, carilah info sebanyak-banyaknya di internet. Pastikan dari situs yang terpercaya dan media terkenal. Bukan situs abal-abal. Perusahaan investasi bodong biasanya sulit dicari rekam jejak digitalnya.

7. Memakai nama atau foto tokoh public terkenal

Terakhir, ciri investasi bodong yang sering muncul adalah menggunakan tokoh public yang terkenal seperti artis, pejabat, bahkan rohaniwan. Tujuannya untuk meyakinkan calon korban. Padahal tokoh-tokoh tersebut mungkin namanya atau fotonya dipakai tanpa ijin.

Agar kita terhindar dari investasi tipu-tipu tersebut, berikut beberapa tips untuk anda :

1. Cari informasi sebanyak mungkin tentang perusahaan atau oknum yang menawarkan investasi tersebut. Legalitas atau ijinnya seperti apa, cara kerjanya, alamatnya, sampai resikonya.

2. Bertanyalah pada orang yang paham dunia investasi atau orang yang berpengalaman.

3. Coba cek status perusahaan di website resmi OJK.

4. Jangan mudah percaya atau tergiur dengan tawaran yang luar biasa.

5. Yang paling penting gunakan akal sehat anda.

Semoga bermanfaat dan kita terhindar dari penipuan.

Bagikan Ke:

Populer