+62 813-5232-0759
cu_bonaventura@hotmail.com
Singkawang, Kalimantan Barat, INA. 79251
blog-img
18/05/2020

TANGAN DI ATAS versus TANGAN DI BAWAH

bibil | Pemberdayaan | 164

Di masa pandemi covid-18 ini, bagi-bagi derma/sembako menjadi trend dan diharapkan bahkan dinantikan banyak orang. Tidak ada yang salah dengan bagi-bagi derma/sembako. Namun, yang perlu diwaspadai adalah:
1.  Pemberi berpikir bahwa yang menerima adalah orang lemah, hina, bermartabat rendah. 
2.  Penerima berpikir bahwa dirinya memang lemah dan tak berdaya, hidup selalu bergantung dari bantuan orang lain.

Mari merenungkan gagasan Friedrich Wilhelm Raiffeisen memelopori gerakan Credit Union dunia hampir 200 tahun silam. Raiffeisen menyadari kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan derma, bahkan derma justru merendahkan martabat orang yang menerimanya. 

Gagasan Raiffeisen tentang menolong diri sendiri (self help) menjadi doktrin dasar pemberdayaan dan mengentaskan kemiskinan hingga kini. Raiffeisen mengajak semua orang untuk terlbat dalam membangun komunitas.

Ubah pola pikir. Jadilah pemberi yang tulus untuk berbagi. Jadilah penerima yang penuh rasa syukur.

“Menerima adalah berkah, memberi adalah anugerah” – Merry Riana

Salam pemberdayaan,

Darma
18/5/2020

Bagikan Ke:

Populer